* Angka-angka berikut ini berdasarkansurvei telepon yang diselenggarakan secara acak oleh www.goalfree.comdengan bantuan Opinion ResearchCorporation of Princeton, New Jersey.Survei terhadap 1.102 orang memiliki galat (perkiraan kesalahan) 3 persen dan
diselenggarakan sejak tanggal 5 sampai 8 Agustus 2005.
- 41 persen orang Amerika mengatakan bahwa mencapai sasaran mereka tidak membuat mereka lebih bahagia dan hanya membuat mereka kecewaa. Ini terjadi pada lebih 100 juta orang.
- 33 persen orang Amerika mengalami kurang tidur karena memikirkan sasaran mereka. Ini terjadi pada satu dari tiga orang Amerika.
- Hampir satu dari lima orang Amerika (18 persen) menghadapi perpecahan dalam pertemanan, pernikahan, hubungan dengan sesama, karena suatu sasaran yang mereka
coba raih. Kemungkinan orang-orang ini tiga kali lebih tidak bahagia daripada orang yang tidak terlalu ekstrem mengejar sasaran.
- 27 persen orang Amerika -satu dari empat orang- mengatakan bahwa mencapai sasaran finansial tidak membuat mereka lebih bahagia. Bahkan beberapa orang terkaya mengatakan hal ini.
- 29 persen orang Amerika mengatakan bahwa mereka berpikir mereka mungkin telah memilih sasaran yang salah dalam kehidupan.
- 36 persen orang Amerika mengatakan bahwa semakin banyak sasaran yang mereka
tetapkan untuk diri mereka sendiri, mereka semakin stres,
sementara 52 persen mengatakan bahwa salah satu sasaran mereka adalah mengurangi jumlah stres dalam kehidupan mereka. Sungguh sangat ironis.
- Hanya 8 persen orang Amerika yang selalu mencapai resolusi Tahun Baru mereka. 92 persen gagal?
- 31 persen orang Amerika mengatakan bahwa sekarang mereka bebas dari sasaran.
Kalau saya lebih senang menyebut target sebagai IMPIAN / DOA..
Doa akan selalu di kabulkan..
Ada beberapa kemungkinan kalau sampai saat ini belum juga di tercapai:
-. Apabila di kabulkan menimbulkan kejelekan
-. Di Tunda (belum dikabulkan saat ini) untuk di berikan di kemudian hari atau diganti dengan yang lebih baik di dunia maupun di akherat.
Sehingga kita sangat di anjurkan berdoa atas suatu permintaan + tetap berpikiran positif/berprasangka baik terhadap Allah, diri sendiri, dan terhadap hidup sebagai jalan keluar nya apabila di tunda atau dipilihkan yang lebih baik di kemudian hari
seperti dalam HR. Al-Bukhari:
Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata:
Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran.
Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat,
kemudian bacalah doa ini:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu
dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu.
Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya
Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak
mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat-
sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya,kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan
jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”
HR. Al-Bukhari..
————————————–
Ya Allah Ampuni lah Hambamu yang telah melalaikan mu karena di kejar target dan
for all my friend yang secara langsung tidak langsung terimbas ketidaknyamanan
setting goal sy mohon keikhlasannya..
—————————————